Cerita ini bermula ketika gue SD tepatnya waktu gw kelas 4 SD. Gw seperti anak SD biasa yang ingusan tak tau apa apa yang gw tau waktu itu hanyalah bermain PS(PlayStation) pada awalnya gw tak terlalu tertarik ama lawan jenis namun gw tetep normal dan tidak homo. Setelah gw naik ke kelas 4 SD gw mulai tertarik dengan seorang cewek waktu itu dia bernama "Dilla" dia temen sekelas gw dia duduk selalu di depan kelas dan gw selalu berada dibelakang kelas gw akuin dia adalah perempuan tercantik di SD gw selain cantik dia juga pintar dalam segala mata pelajaran dan berprestasi.weeh pokok perpek lah. Pada suatu saat gw mencoba untuk mencari info info tentang dia gw tanyak ke temen deketnya, gw mulai tanyak dimana rumahnya? dan temen nya menjawab "di daerah GKB(Gresik Kota Baru)" karena due gw polos dan mash Oon jadi gw hanya bilang "oh dengan wajah sok tau gw". Setiap hari pada masa masa sekolah gw pandangin terus dia setiap gerik geriknya gw lihatin terus sampek gw ngiler. Ketika ke kantin sekolah berusaha ndeketin dia namun selalu gagal karena banyak nya anak dikantin yang membuat gw tak tak bisa berherak untuk deketin dia dan gw hampir mampus kehabisan oksigen. Namun semua usaha yang gw lakuin itu berubah menjadi sia sia ketika ada temen gw bernama "Haqqi" yah yang lumayan deket dengan dia (Dilla) memergokin gw lagi merhatiin Dilla dia nyamperin gue dan bilang "Woe lagi apa di?, merhatiin Dilla ya waah"
gw:"ah enggak "
Haqqi:"alah mbojok(bohong)," terus dia berkata yang membuat gw cukup putus asa dengan apa yang udah gue lakuin dia berkata"Dilla udah ada yang punya di" gw bales "ah mosoook, sopo(siapa)?" di pun membalas pertanyaan gw"iyo di de'e iku pacare Fery" klo kamu pingin tau Feri itu seperti apa gw kasih deskrpsi singkatnya Feri memliki ciri khas pada mukanya yaitu terdapat tompel item di mulut bagian bawahnya berwajah putih berbadan besar masalah wajah itu relatif sih kalo menurut gue sih biasa biasa aja dan dia adalah seorang ateltik Footsal danVolley. Kerana gw juga masuk dalam klub Volley sekolah pernah gw pada saat latihan gw pernah dihajar kepala gw ama Fery dan pada saat itu gw mampus abis abisan. Yang gw harepin pada saat itu adalah ada seseorang bantu gw namun kenyataan nya adalah mereka malah nyorakin dan nertawain gw. haduuuuh nasib lagi apeees. Kembali lagi ke cerita awal setelah gw ndeger kabar itu gw akhirnya mutusin untuk tidak lagi merhatiin Dilla dan melupakan nya( meski dalam hati masih berharap). gw jalanin hidup gw seperti biasa tanpa harus memperhatiin Dilla lagi hingga pada saat UAS(Ujian Akhir Semester) tiba dan pembagian tempat duduk mulai diatur enta mimpi apa gw semalem ato dapat Hidayah apa pada saat UAS sangka tak disangka gw duduk sebangku ama Dilla pada saat UAS dalam hati gw"Ya Tuhan terimakasih tuhan aku bisa duduk sebangku ama dia" pukul 12:00 WIB tepat jam sekolah berakhir dan gw mau pulang dan sangka tak disangka lagi Dilla nyamperin gw dengan wajahnya yang indah senyman yang mempesona dan dia bilang "Eh di kita sebangku lho UAS" dan gue jawab dengan penuh rasa senang dengan wajah yang memerah gw jawab "iyah" dan gw pulang ke rumah gw yaiyalah masak rumah tetangga. Setelah UAS pun tiba gw mulai beraksi untuk mencoba dekat dengan Dilla namun ternyata Dilla tidak seperti apa yang aku pikirkan berbanding terbalik dengan wajahnya yang cantik itu ketika Ujian dimulai wajahnya mulai mengkerut seolah Ujian adalah hal yang sakral bagi dia dan dia mulai mengambil buku untuk alas dan penutup agar gw tidak bisa menyontek jawab dia. Dalam hati gw "Astagaa sebegitu nya kah ketika dia ada Ujian emang wajah gue yang dulu imut imut gini wajah menyontek?" dan yang gw takutin semakin besar jenjang pendidikanya dia bisa bisa membangun sebuah dinding benteng untuk menutupi kertas Ujian nya. Semenjak kejadian itu gw mulai melupakan dia dan mulai menjalanin hidup gw seperti biasa
PM: Cantik bukanlah segala galanya. Namun orang yang bisa membuat kita nyaman adalah orang yang tepat untuk kita. Jadi jangan lah hanya melihat dari fisiknya saja
gw:"ah enggak "
Haqqi:"alah mbojok(bohong)," terus dia berkata yang membuat gw cukup putus asa dengan apa yang udah gue lakuin dia berkata"Dilla udah ada yang punya di" gw bales "ah mosoook, sopo(siapa)?" di pun membalas pertanyaan gw"iyo di de'e iku pacare Fery" klo kamu pingin tau Feri itu seperti apa gw kasih deskrpsi singkatnya Feri memliki ciri khas pada mukanya yaitu terdapat tompel item di mulut bagian bawahnya berwajah putih berbadan besar masalah wajah itu relatif sih kalo menurut gue sih biasa biasa aja dan dia adalah seorang ateltik Footsal danVolley. Kerana gw juga masuk dalam klub Volley sekolah pernah gw pada saat latihan gw pernah dihajar kepala gw ama Fery dan pada saat itu gw mampus abis abisan. Yang gw harepin pada saat itu adalah ada seseorang bantu gw namun kenyataan nya adalah mereka malah nyorakin dan nertawain gw. haduuuuh nasib lagi apeees. Kembali lagi ke cerita awal setelah gw ndeger kabar itu gw akhirnya mutusin untuk tidak lagi merhatiin Dilla dan melupakan nya( meski dalam hati masih berharap). gw jalanin hidup gw seperti biasa tanpa harus memperhatiin Dilla lagi hingga pada saat UAS(Ujian Akhir Semester) tiba dan pembagian tempat duduk mulai diatur enta mimpi apa gw semalem ato dapat Hidayah apa pada saat UAS sangka tak disangka gw duduk sebangku ama Dilla pada saat UAS dalam hati gw"Ya Tuhan terimakasih tuhan aku bisa duduk sebangku ama dia" pukul 12:00 WIB tepat jam sekolah berakhir dan gw mau pulang dan sangka tak disangka lagi Dilla nyamperin gw dengan wajahnya yang indah senyman yang mempesona dan dia bilang "Eh di kita sebangku lho UAS" dan gue jawab dengan penuh rasa senang dengan wajah yang memerah gw jawab "iyah" dan gw pulang ke rumah gw yaiyalah masak rumah tetangga. Setelah UAS pun tiba gw mulai beraksi untuk mencoba dekat dengan Dilla namun ternyata Dilla tidak seperti apa yang aku pikirkan berbanding terbalik dengan wajahnya yang cantik itu ketika Ujian dimulai wajahnya mulai mengkerut seolah Ujian adalah hal yang sakral bagi dia dan dia mulai mengambil buku untuk alas dan penutup agar gw tidak bisa menyontek jawab dia. Dalam hati gw "Astagaa sebegitu nya kah ketika dia ada Ujian emang wajah gue yang dulu imut imut gini wajah menyontek?" dan yang gw takutin semakin besar jenjang pendidikanya dia bisa bisa membangun sebuah dinding benteng untuk menutupi kertas Ujian nya. Semenjak kejadian itu gw mulai melupakan dia dan mulai menjalanin hidup gw seperti biasa
PM: Cantik bukanlah segala galanya. Namun orang yang bisa membuat kita nyaman adalah orang yang tepat untuk kita. Jadi jangan lah hanya melihat dari fisiknya saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar